Mirip Nikuba Penemuan Baru Air Bisa Jadi Bahan Bakar Motor, 220 Ml Air Bisa Tempuh 450 Km
Sempat ramai Nikuba, baru-baru ini geger penemuan baru air bisa jadi bahan bakar untuk motor dan mobil.
Listrik kini sudah menjadi kebutuhan vital sehari-hari dalam kehidupan masyarakat. Tanpa listrik, aktivitas jadi terhambat.
Ilustrasi KTP-el.
Listrik kini sudah menjadi kebutuhan vital sehari-hari dalam kehidupan masyarakat. Tanpa listrik, aktivitas jadi terhambat.
Pada umumnya diketahui energi listrik bisa dibangkitkan melalui tiga unsur, yaitu air, surya/matahari, dan angin. Namun tahukah ada unsur alam yang lain juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik? Uniknya lagi tak perlu biaya fantastik, hanya dengan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el) resmi keluaran negara maka simsalabim, lampu pun menyala terang.
E-Power, murni karya anak bangsa Indonesia. Bagaimana detail sistem kerja alat ini? Tim redaksi Ayojakarta coba mengupas langsung dari sang penemunya, Rudy Sumardi.
"Kenapa saya namakan E-Power? saya membanggakan diri saya sebagai warga negara Indonesia, punya E-KTP Indonesia dan bangga KTP itu bisa saya bedah untuk dijadikan berbagai macam akses. Salah satunya untuk menghidupkan pembangkit listrik saya dengan e-KTP," ayah lima anak ini mengawali perbincangan.
Bagi Rudy, hasil eksperimennya kali ini lebih spesial. Terhitung sudah 52 buah alat buatan dia. Salah satunya pada tahun 2017 berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Penyelenggara Pertama Komunikasi Tanpa Jarak dan Batas. Melalui ekspedisi 28 gunung tertinggi di Indonesia, Rudy membuktikan bahwa meski berjauhan jarak ribuan mil, komunikasi tetap bisa dilakukan.
"Tanpa pulsa, tanpa kartu, direct langsung, selama dia bernafas di bumi, selama dia di bumi bisa komunikasi, bisa dari belahan dunia lain ke belahan dunia lain," terang Rudy.
"Jadi saya memanfaatkan alat seadanya. Kamu punya apa? ya sudah pakai HT, hp, saya punya komputer, laptop, ya sudah pakai laptop. Jadi gitu saja, kita semua azas manfaat, nggak perlu mahal-mahal. Pakai frekuensi ketika si A dan si B di jarak yang sangat jauh," ujar dia lagi.
E-Power sendiri bisa dikatakan karya terbarunya. Dari hasil eksperimen selama tiga tahun sejak 2015 yang dirasanya menguras tenaga, pikiran, dan energi hingga dibantu patungan biaya bersama sang istri.
Rudy meyakinkan alat karyanya ini bisa jadi solusi energi terbarukan.
"Ya ini listrik, kebutuhan primer yang justru lebih dari nasi. Orang nggak makan, bisa nahan, tapi ketika listrik mati, banyak yang dikorbankan. Ruang ICU, ruang-ruang penting, iya kan. Kolam aja dia punya segitu banyak koi jadi viral gara-gara mati lampu. Negara mau bertanggung jawab? Itu keluarga loh dia pelihara dari kecil, begitu sayangnya dia sama ikan-ikan koi dia. Begitu listrik mati, matilah ikan-ikan dia, kasihan kan."
Pengalaman berkunjung di beberapa negara maju seperti Singapura, membuat dia berpikir sebetulnya Indonesia pun mampu bahkan bisa lebih pintar. Hanya saja hingga kini belum ada wadah semacam pusat riset dan development untuk menampung ide-ide kreatif anak bangsa, seperti dilakukan pemerintah Jepang.
"Sesuai lagu Koes Plus tongkat kayu jadi tanaman, semua ada di negeri kita, kekayaannya terkandung semua ada. Air orang bisa bikin hidro, saya microspeed hidro. Jadi air saya putar-putar jadi listrik, nggak perlu lagi air mengalir dibendung jadi listrik. Terus pembangkit listrik tenaga matahari, bagaimana kalau lagi musim hujan, matahari tidak ada? Apakah cahaya bisa dibangkitkan? belum pernah ada kan. Saya sudah bisa," tutur Rudy.
"Terus dari angin, saat ini semua dunia bikin pembangkit listrik pakai tower. Di Poso itu ada pembangkit listrik baling-baling dengan modal sangat besar baru bisa membangkitkan listrik. Bagaimana tanpa angin sedikit? saya sudah menciptakan, saya bikin bentuknya seperti kapsul, ketinggian 15 meter di dalamnya baling-baling kecil banyak, ketika ditiup jadi listrik," urainya lebih lanjut.
Nah memanfaatkan unsur bumi yang menurut dia belum terpikirkan oleh banyak orang. E-Power ini berasal dari unsur bumi. Terdengar membingungkan? Simak berikut penjelasan Rudy.
"Bukan dari perut bumi, bukan dari mana-mana. Jadi sumber bumi yang diolah menjadi besi, menjadi magnet, menjadi apa itu kemudian kita sinergikan menjadi pembangkit listrik. Energi yang baru namanya E-Power ini adalah sumbernya dari gesekan, benturan, putaran sebuah komponen bumi yang sudah dirakit sedemikian rupa menjadi komponen sehingga menghasilkan listrik."
Ia menyebut E-Power sebagai listrik mandiri. Mengapa? Sebab tidak tergantung dengan apapun. Rudy memberi gambaran alat ini berbentuk seperti genset tapi ketika dihidupkan tidak butuh bahan bakar solar, BBBM, ataupun bensin.
"Kalau alat saya ini, energi yang dikeluarkan dari badannya sendiri, saya ambil dia punya power 100 persen, saya ambil 10 persennya, saya bangkitkan lagi menjadi 100 persen, seterusnya begitu terus sampai dia lelah, letih harus digantikan. Digantikan maksud seperti ini, ketika perputaran sudah aus, kita harus maintainance, berapa lama sih? ya kisaran 5-8 bulan," kata Rudy yang sejak kecil hobi otak-otik mainan.
Namun yang pasti ia keberatan jika buah karyanya ini dianggap saingan apalagi sampai dibenturkan dengan PLN. "Justru saya membantu negara. 74 tahun Indonesia merdeka, masih banyak spot-spot di Indonesia yang PLN sendiri tidak mampu menembus daerah tersebut. Kalau pun bisa, infrastrukturnya sangat mahal, pemerintah kasihan. Nah, adanya E-Power ini bisa ditenteng, kasih aja langsung, nih listriknya, nih aksesnya," ucapnya.
Sejauh ini baru satu alat E-Power yang ia kembangkan dengan kapasitas mencapai 1 Megawatt.
"1 Megawatt equivalen setara 1 juta watt. Satu kampung bisa nyala, tapi sistem kerjanya tidak satu kampung, pakai kabel dikasih. Jadi kita kasih spot-spotnya, misalnya kelurahan A, dikasih satu alat," jelas Rudy yang saat ini berusia 47 tahun.
Setidaknya dengan E-Power ini, harapan dia, anak-anak di wilayah yang sulit terjangkau listrik tak lagi kesulitan belajar pada malam hari.
Rudy rupanya masih memiliki ide-ide spektakuler lain, selain E-Power. Salah satu ide itu masih berkaitan energi listrik dan dinamainya wireless power. Jadi, nanti si pemesan tinggal memberitahu koordinat posisinya dengan tepat maka terkirimlah energi listrik. Semisal dari Jakarta ke Papua.
"Itu sebenarnya satu ide gila saya, InsyaAllah akan saya wujudkan, ini lagi proses," pungkasnya.
Sempat ramai Nikuba, baru-baru ini geger penemuan baru air bisa jadi bahan bakar untuk motor dan mobil.
Sedang ramai diperbincangkan tentang kendaraan yang hanya menggunakan air sebagai bahan bakar mesinnya.
Terbaru, Indonesia dikejutkan dengan motor yang menggunakan hidrogen dari air untuk menggerakkan mesin.