Rudy Sumardi

Merpati Pos dan Rekayasa Teknologi

Simbol kesetian dengan satu pasangan dilambangkan dengan seekor burung merpati. Hal ini sering kali terlihat pada acara pernikahan yang kita datangi. Merpati putih yang selalu identik dengan acara saklar tersebut.

15 August 2020 2 menit baca
Merpati Pos dan Rekayasa Teknologi

Rudy Sumardi dan Burung Merpati.

Simbol kesetian dengan satu pasangan dilambangkan dengan seekor burung merpati. Hal ini sering kali terlihat pada acara pernikahan yang kita datangi. Merpati putih yang selalu identik dengan acara saklar tersebut.

Berbeda cerita dengan bapak satu ini, rasanya belum lengkap hidupnya tanpa inovasi rekayasa teknologi. Sosok Rudy Sumardi dengan penampilan yang selalu keren ini memegang filosofi semua berawal dari mimpi.


"Sejak sekolah SD saya sudah hobi memelihara merpati yang orang tahunya burung dara. Dulu kecil saya beli sepasang. Beli burung dari hasil bantu mama jualan kue keliling dan saya tabung ditambah dengan uang jajan saya. Akhirnya saya bisa beli sepasang burung dara belia di kala masih 'ABG'," kata Rudy sambil pegang burung kesukaannya. Saat ini sudah ada 10 ekor 'Merpati Pos' yang ia kembangkan.


Merpati Pos memang burung yang berbeda dari kebanyakan burung merpati. Zaman dulu ketika belum ada teknologi, merpati lah yang paling di andalkan untuk mengirim pesan rahasia. Ia mampu terbang menempuh jarak hingga ratusan bahkan ribuan kilometer.

Merpati Pos telah dikenal dan diketahui banyak orang, namun tidak ada yang tahu persis seperti apa bentuk dari binatang yang hobi terbang jarak jauh itu.

Ditangan Rudy, burung merpati dipasang GPS dan sensor ketika terbang. Nantinya kita bisa melihat rute perjalanan terbang yang merpati lakukan. Dan sensor akan berbunyi ketika merpati telah sampai ke rencana tujuan yang menempel di punggungnya.

Inilah pesan rahasia yang tidak banyak orang tahu dilakukan oleh burung merpati jenis megan. Jenis yang induknya berasal dari beberapa juara burung lepasan jarak jauh.


"Saya membuat kandang koloni. Setiap pagi mereka saya lepaskan keluar kandang untuk terbang bersama-sama mengitari indahnya panorama pagi lereng Gunung Salak. Di sini saya merasa nyaman saat membuat ide dan gagasan sejauh mata memandang dengan udara dingin, asri dari ketinggian 1.800 dpl," tutupnya.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait